SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by Admin on Thu Oct 03, 2013 3:25 am

Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif
a. Dengan menggunakan website, diharapkan siswa kelas XI IPS 3 dapat menganalisis saluran penyebaran agama Islam dan perkembangan tradisi Islam di Indonesia dengan menunjukkan ketertarikan pada website.
b. Setelah menggunakan website, diharapkan siswa kelas XI IPS 3 dapat:
• Menjelaskan saluran penyebaran agama Islam di Indonesia
• Menganalisis saluran penyebaran agama Islam melalui saluran perdagangan.
• Menganalisis saluran penyebaran agama Islam melalui saluran perkawinan.
• Menganalisis saluran penyebaran agama Islam melalui saluran politik.
• Menganalisis saluran penyebaran agama Islam melalui saluran pendidikan.
• Menganalisis saluran penyebaran agama Islam melalui saluran kesenian.
• Menganalisis saluran penyebaran agama Islam melalui saluran tasawuf.
• Menganalisis perkembangan tradisi islam dalam bidang pendidikan, kesenian, dan kesusastraan.
2. Afektif
• Dengan menggunakan website, siswa dapat mengembangkan sikap disiplin dan bertanggung jawab.
3. Psikomotor
• Siswa dapat terampil mengolah informasi dengan menggunakan website dan menyajikan hasil analisis yang telah dipelajari secara mandiri.
SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA



A. Saluran Penyebaran Agama Islam
Proses penyiaran agama Islam di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara, yaitu melalui perdagangan, perkawinan, politik, pendidikan, kesenian, dan tasawuf sehingga mendukung meluasnya ajaran Islam.
a. Perdagangan
Sejak Abad ke-7 M para pedagang Islam dari Arab, Persia, dan Gujarat (India) telah ambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Hal ini menimbulkan jalinan hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dan para pedagang Islam. Di samping berdagang, para pedagang Islam juga menyampaikan dan mengajarkan agama dan budaya Islam kepada orang lain. Dengan cara tersebut, banyak pedagang Indonesia yang memeluk agama Islam dan mereka pun menyebarkan agama dan budaya yang baru di anutnya kepada orang lain. Mereka mendirikan perkampungan sendiri (perkampungan pedagang muslim di negeri asing) yang disebut Pekojan. Melalui perdagangan inilah Islam berkembang pesat. Dengan demikian, secara bertahap agama dan budaya Islam tersebar dari pedagang Arab, Persia, India kepada masyarakat indonesia. Berkembangnya agama Islam di Indonesia didukung juga oleh situasi politik saat itu, ketika para bupati pesisir berusaha untuk melepaskan diri dari kekuasaan pusat yang sedang mengalami kekacauan atau perpecahan.
b. Perkawinan
Para pedagang Islam melakukan kegiatan perdagangan dalam waktu yang cukup lama, banyak diantara mereka yang menetap dalam waktu yang cukup lama di sebuah daerah. Keadaan ini dapat mempererat hubungan mereka dengan penduduk pribumi atau dengan kaum bangsawan pribumi.
Perkawinan putri bangsawan dengan pedagang muslim dilakukan secara Islam dengan mengucapkan kalimat syahadat (perkawinan antara pihak Islam dengan pihak yang belum Islam). Perkawinan merupakan saluran islamisasi yang paling mudah. Dari perkawinan itu pula akan membentuk ikatan kekerabatan antara pihak keluarga laki-laki dan perempuan. Saluran lewat perkawinan antara pedagang, ulama, ataupun golongan lain dengan anak bangsawan, bupati ataupun raja akan lebih menguntungkan. Status sosial ekonomi ataupun politik para bangsawan, bupati, atau raja akan mempercepat proses islamisasi. Melalui perkawinan inilah terlahir seorang muslim dan lambat lauan terbentuk masyarakat muslim dengan adat Islam hingga pada suatu saat terbentuknya suatu kerajaan Islam. Banyak contoh yang dapat dikemukakan mengenai proses islamisasi melalui perkawinan, antara lain sebagai berikut.
1. Perkawinan Putri Campa dengan Raja Brawijaya yang melahirkan Raden Patah.
2. Perkawinan Rara Santang (putri Prabu Siliwangi) dengan Syarif Abdullah melahirkan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).
3. Perkawinan Putri Blambangan dengan Maulana Ishak mempunyai seorang putra bernama Raden Paku (Sunan Giri).
4. Perkawinan Raden Rahmat (Sunan Ampel) dengan Nyai Gede Manila melahirkan Sunan Bonang (Makdum Ibrahim) dan Sunan rajat (Syarifudin).
c. Politik
Pengaruh kekuasaan seorang raja berperan besar dalam proses islamisasi. Ketika seorang raja memeluk agama Islam, maka rakyat juga akan mengikuti jejak rajanya. Rakyat memiliki kepatuhan yang tinggi dan seorang raja selalu menjadi panutan bahkan menjadi tauladan bagi rakyatnya.
Setelah terisolasinya agama Islam, maka kepentingan politik dilaksanakan melalui perluasan wilayah kerajaan, yang diikuti dengan penyebaran agama Islam.
d. Pendidikan
Para ulama, guru-guru agama ataupun kyai-kyai memiliki peranan penting dalam penyebaran agama dan budaya Islam. Merka menyebarkan agama Islam melalui bidang pendidikan, yaitu dengan mendirikan pondok-pondok pesantren. Pondok pesantren ini merupakan tempat pengajaran agama Islam bagi para santri. Mereka kemudian menyebarkan dan mengembangkan agama Islam ke masyarakat, bahkan setiap santri selalu berusaha untuk dapat membangun tempat ibadah. Pada masa pertumbuhan Islam di Jawa, kita mengenal beberapa pesantren, di antaranya Pesantren Ampel Denta di Surabaya dan Pesantren Giri di Gresik.
e. Kesenian
Penyebaran agama Islam dengan menggunakan sarana kesenian disesuaikan dengan keadaan di Indonesia karena waktu itu kebudayaan Hindu – Budha dan kepercayaan asli masih berakar kuat. Saluran kesenian dapat dilakukan dengan mengadakan pertunjukan seni gamelan seperti yang terjadi di Yogyakarta, Solo, Cirebon dan lain-lain. Selanjutnya dilakukan dakwah keagamaan.
Di samping seni gamelan juga terdapat seni wayang. Pertunjukan seni wayang sangat digemari oleh masyarakat. Melalui cerita-cerita wayang itu para ulama menyisipkan ajaran agama Islam, sehingga masyarakat dengan mudah menangkap dan memahami ajaran Islam.
f. Tasawuf
Ajaran tasawuf adalah ajaran ketuhanan yang telah bercampur dengan mistis atau unsur-unsur magis. Ajaran tasawuf masuk ke Indonesia pada abad ke-13. Di Aceh muncul ahli tasawuf yang terkenal, seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin as Samatrani, dan Nuruddin ar Raniri. Di Jawa di antara Wali Sanga juga ada yang mengajarkan tasawuf ialah Sunan Bonang dan Sunan Kudus.
Para ahli tasawuf hidup dalam kederhanaan, mereka selalu berusaha menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama ditengah-tengah masyarakat. Para ahli tasawuf memiliki keahlian untuk membantu masyarakat. Misalnya ahli dalam menyembuhkan penyakit dan lain-lain.
Melalui berbagai saluran , Islam dapat diterima dan berkembang pesat sejak sekitar abad ke-13, Alasannya adalah:
    a. Islam bersifat terbuka, sehingga penyebaran agama Islam dapat dilakukan oleh siapa sajanatau oleh setiap orang muslim.
    b. Penyebaran Islam dilakukan secara damai
    c. Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat.
    d. Upacara-upacara dalam agama Islam dilakukan dengan sederhana.
    e. Ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakatnya dengan adanya kewajiban zakat bagi yang mampu.

B. Perkembangan Tradisi Islam di Indonesia
Budaya islam di Indonesia telah berpengaruh dalam segala aspek kehidupan bangsa Indonesia. Namun dalam perkembangan tradisi Islam di berbagai daerah di Indonesia, pola dasar kebudayaan setempat yaitu kebudayaan tradisional yang masih tetap kuat, sehingga terdapat suatu wujud dan bentuk perpaduan budaya tradisional (asli) Indonesia dengan budaya Islam yang disebut dengan akulturasi budaya. Perpaduan budaya tradisi Islam dengan budaya tradisi Indonesia terlihat dengan jelas pada hasil-hasil budayanya seperti bangunan, aksara atau seni rupa, seni sastra dan lain sebagainya.
a. Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia
Sejak awal perkembangan Islam, pendidikan sangat penting sebagai salah satu upaya dalam proses penyebaran agama Islam. Untuk itu, dikembangkan suatu bentuk pengajaran yang sangat sederhana dengan sistem halaqah. Pada awalnya, penyelenggaraan pendidikan agama dilaksanakan di masjid, langgar atau surau. Masjid selain berfungsi sebagai tempat untuk melaksanakan salat juga tempat diselenggarakannya pengajaran agama. Pelajaran yang diberikan adalah pelajaran membaca Al-Qur an, tata cara peribadatan, akhlak, dan keimanan.
Lembaga-lambaga pendidikan yang dibangun pada masa Islam ini bukanlah lembaga pendidikan yang pertama ada di Indonesia. Lembaga pendidikan yang dibangun oleh Islam di Indonesia mengadopsi dan mentransfer lembaga keagamaan dan sosial yang sudah ada sebelumnya pada masa Hindu-Buddha.
Perkembangan penting dari pendidikan pada masa perkembangan Islam adalah lahirnya pendidikan pesantren. Pendidikan yang diselenggarakan di pesantren jauh lebih mendalam dibandingkan dengan pendidikan yang dilaksanakan di mesjid, langgar, atau surau. Siswa yang mengikuti pendidikan di pesantren disebut santri, sedangkan gurunya biasa disebut Kiai. Materi pelajaran yang diberikan meliputi membaca serta tafsir Al Qur an, fiqih, tauhid, dan akhlak. Sumber-sumber pelajaran menggunakan kitab-kitab yang dikarang oleh para ulama sekitar abad ke-7 atau abad ke-8 di Timur Tengah atau sering disebut dengan Kitab Kuning. Santri memiliki sikap yang sangat hormat kepada guru, dia harus tunduk kepada apa yang diperintahkan oleh guru. Selama mengikuti pelajaran di pesantren, santri harus mondok (menginap) di pesantren. Walaupun ada juga santri yang tidak mondok, biasanya santri tersebut berasal dari daerah sekitar tempat pesantren itu berada.
Pada awal perkembangan Islam, lembaga ini menjadi pusat penyebaran agama Islam dan wadah untuk mencetak intelektual muslim. Sejak masa awal, bahkan sampai sekarang lembaga pendidikan pesantren dan sejenisnya tetap dipercaya oleh masyarakat sebagai lembaga yang membentuk moral dan intelektual muslim. Perkembangan dan kemajuan masyarakat Islam Nusantara, khususnya Jawa, tidak mungkin terpisahkan dari peranan yang dimainkan pesantren. Berpusat dari pesantren, perputaran roda ekonomi dan kebijakan politik Islam dikendalikan. Pada masa Walisongo, tidak sedikit wali-wali Jawa yang menguasai jaringan perdagangan antara pulau Jawa dengan luar Jawa. Contohnya, Sunan Giri yang memiliki jaringan perdagangan antara Jawa, Kalimantan, Maluku, Lombok, dan sekitarnya. Begitu pula dengan perjalanan politik Islam di Jawa, pesantren memiliki pengaruh kuat bagi pembentukan dan pengambilan berbagai kebijakan di keraton-keraton. Misalnya, berdirinya kerajaan Islam Demak adalah karena dukungan dan kontrol kuat dari para ulama, seperti Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan sebagainya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dinamika masyarakat Islam pada masa awal dapat ditandai dengan adanya hubungan yang kuat antara pesantren, pasar (perdagangan), dan keraton.
Paham Syi ah juga berkembang pesat di Indonesia. Bukti berkembangnya paham Syi ah di Indonesia dapat dilihat dari berkembangnya Tradisi Syi ah yang ada di Indonesia. Misalnya peringatan tanggal 10 Muharram sebagai peringatan kaum Syi ah atas meninggalnya Husain, putra Ali Bin Abi Thalib. Peringatan 10 Muharam sering diwarnai dengan pembuatan hidangan khas yang disebut bubur sura. Nama sura berasal dari kata Asjura dalam bahasa Iran yang berarti tanggal 10 Muharam.
Perkembangan penting lainnya dari kehidupan keagamaan pada masa kerajaan-kerajaan Islam adalah perkembangan tasawuf dan tarikat. Istilah ini timbul karena ahli tasawuf biasanya memakai baju (jubah) dari bulu domba. Pakaian yang terbuat dari bulu domba merupakan simbol dari orang-orang yang sederhana, tulus, dan taat beribadah kepada Allah. Orang-orang yang menjalankan kehidupan tasawuf disebut sufi. Tasawuf mengembangkan suatu ajaran dan keyakinan dalam memilih jalan hidup secara uhud atau sederhana, menjauhkan diri dari perhiasan dunia dan melaksanakan intensitas beribadah untuk mencari rida atau ampunan Allah. Tasawuf menjadi salah satu cara untuk menarik masyarakat agar masuk ke dalam agama Islam. Hal ini bisa kita perhatikan dari begitu pesatnya perkembangan ajaran tasawuf di Indonesia. Kedatangan ahli tasawuf ke Indonesia diperkirakan sejak abad ke-13, yaitu masa berkembangnya dan tersebarnya ahli tasawuf dari Persia dan India.

b. Perkembangan kesenian di Kerajaan yang bercorak Islam di Indonesia
Perkembangan kesenian Islam mengalami proses penyesuaian atau percampuran dengan kesenian setempat yang telah dimiliki oleh masyarakat Indonesia sebelum kedatangan Islam. Kesenian yang berkembang yaitu seni bangunan, seni pahat, kaligrafi, seni musik, seni sastra, dan lain-lain. Seni bangunan dapat kita lihat pada bentuk bangunan keraton dan bangunan masjid. Bangunan keraton atau istana adalah tempat tinggal raja atau ratu beserta keluarganya. Selain itu, keraton juga difungsikan sebagai pusat kegiatan pemerintahan, sehingga keraton dianggap sebagai lambang pusat kekuasaan raja. Bentuk fisik keraton adalah perpaduan antara kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan Islam. Ornamen-ornamen di dalam keraton di Jawa merupakan perpaduan ornamen khas Jawa yang bercorak Hindu-Buddha dengan ornamen Islam. Gerbang masuk keraton dihiasi dengan gapura model Kerajaan Majapahit atau Mataram Kuno.
Bentuk dan ciri-ciri keraton bercorak Islam antara lain sebagai berikut.
a. Pada umumnya keraton mengarah ke utara atau agak ke utara,
b. Di sekeliling keraton terdapat parit dan tembok agar orang tidak bisa masuk sembarangan,
c. Halaman keraton dibagi ke dalam tiga bagian dan halaman yang paling belakang disakralkan,
d. Di depan keraton biasanya terdapat alun-alun.
Bentuk bangunan masjid-masjid kuno di Indonesia merupakan perpaduan antara unsur seni tradisional Indonesia dengan seni Islam. Gaya arsitektur bangunan masjid kuno memiliki ciri khusus yang berbeda dengan negeri-negeri Islam lainnya. Masjid-masjid kuno yang ada di Indonesia menurut bentuknya terdapat dua jenis, yaitu masjid yang atapnya bersusun atau yang sering disebut dengan istilah masjid bermustaka dan masjid yang beratap kubah. Masjid berbentuk kubah nampaknya merupakan pengaruh gaya arsitektur yang berkembang di daerah India dan Asia Tengah. Hal ini terlihat dari bangunan-bangunan masjid yang terdapat di daerah India dan Asia Tengah menggunakan atap kubah. Masjid yang atapnya bersusun (bermustaka) merupakan hasil pengaruh gaya arsitektur dari daerah Cina Selatan. Seorang sejarawan, Prof Slamet Mulyono menunjukkan bahwa gaya arsitektur asli Cina terlihat dari bentuk atapnya yang bersusun. Hal ini kemudian terus dipertahankan oleh kaum muslim Cina yang kemudian membangun masjid dengan tetap mempertahankan gaya arsitekturnya. Hal ini sangat jelas terlihat dari masjid-masjid yang terdapat di Provinsi Yunan, Singkiang, Uighur yang semua atapnya bersusun.

Masjid yang memiliki bentuk atap bersusun kemudian menjadi bentuk masjid yang memiliki kekhasan tersendiri dalam perkembangan sejarah Islam di Indonesia. Bangunan masjid beratap susun memiliki denah yang berbentuk bujur sangkar yang biasanya ditambah dengan serambi di depan atau di samping. Fondasinya kuat dan agak tinggi dan di bagian depan atau samping terdapat kolam. Nampaknya gaya arsitektur Masjid Agung Demak selalu dijadikan contoh bagi pembangunan masjid-masjid yang beratap susun lainnya di Jawa. Hal ini terlihat dari gaya arsitektur masjid-masjid di Jawa yang umumnya sama dengan arsitektur masjid Demak sebagai bangunan masjid tertua di Pulau Jawa. Hal ini terlihat jelas pada bangunan masjid yang dibangun oleh Keraton Surakarta, Yogyakarta, dan Banten. Beberapa masjid kuno yang memiliki atap bertingkat, yaitu sebagai berikut.
a. Masjid yang beratap dua tingkat , seperti Masjid Agung Cirebon yang dibangun pada abad ke-16, Masjid Katangka di Sulawesi Selatan yang dibangun pada abad ke-17, Masjid Angke, Tambora, dan Marunda di Jakarta yang dibangun sekitar abad ke-18.
b. Masjid yang beratap tiga tingkat, seperti Masjid Agung Demak di Jawa Tengah dan Masjid Baiturrahman di Aceh.
a. Masjid yang beratap lima tingkat, seperti Masjid Agung Banten.

Seni kaligrafi merupakan perkembangan dari seni ukir dan seni pahat. Di Keraton Kasepuhan, Kanoman, dan beberapa keraton lain, terdapat suatu ukiran kayu komposisi huruf-huruf Arab, yang menggambarkan suatu tokoh atau binatang. Seni musik merupakan salah satu bidang kesenian yang tidak luput dari pengaruh budaya Islam. Hal ini dapat kita lihat dari munculnya kesenian musik seperti terbangan, qasidah, gambus, yang berkembang di daerah Jawa dan Sumatra. Jelas sekali bahwa jenis-jenis musik yang disebutkan di atas tidak pernah dikenal sebelumnya pada masa pra-Islam. Jadi artinya jenis-jenis musik tersebut lahir sebagai suatu proses yang diakibatkan oleh penyebaran Islam di Indonesia khususnya di pulau Jawa dan Sumatra. Satu hal yang menarik bahwa terjadi pula semacam bentuk kesenian gabungan antara kesenian tradisional pribumi dengan Islam. Hal ini dapat kita lihat dari seni tembang terutama dalam jenis Laras Madya yang meskipun menggunakan teks-teks Jawa tetapi berisi shalawatan atau semacam puji-pujian kepada Nabi Muhammad saw.
Bidang seni lainnya yang berkembang pada masa Islam adalah seni tari. Beberapa contoh seni tari yang dipengaruhi oleh budaya Islam di antaranya adalah Tari Srandul, Kuntulan, Emprak, serta Seudati. Di beberapa daerah terdapat seni tari yang diiringi dengan pembacaan shalawat dan bacaaan lainnya dari Al-Qur an, seperti permainan debus dan Seudati (Aceh). Permainan debus berkembang di bekas pusat kerajaan Islam seperti Banten, Minangkabau, Aceh, dan sebagainya.

Satu hal yang tidak bisa dilupakan adalah peranan kesenian pertunjukan wayang dalam proses penyebaran Islam di Indonesia, khususnya Jawa. Riwayat-riwayat menceritakan bagaimana salah seorang walisongo, yaitu Sunan Kalijaga menggunakan wayang sebagai satu bentuk hiburan yang telah lama berkembang dan digemari masyarakat, kemudian dijadikan media (sarana) dalam proses penyebaran Islam. Sunan Kalijaga memiliki kemahiran dalam memainkan pertunjukan wayang yang diiringi dengan gamelan, yaitu suatu perangkat bunyi bunyian yang terdiri dari kuningan dan kayu, gendang, suling, dan rebab.

c. Perkembangan Kesusastraan Yang Bercorak Islam
Perkembangan seni sastra pada masa kerajaan Islam, ditandai dengan banyaknya pujangga-pujangga yang muncul pada saat itu. Abdurrauf, Hamzah Fansuri, Syamsuddin, Nuruddin ar-Raniri adalah beberapa pujangga yang terkenal dari Kerajaan Aceh yang banyak dipengaruhi oleh ajaran tasawuf. Karya-karya Ham ah Fansuri antara lain berjudul Syair Perahu, Syair Si Burung Paingai, Sharab al-‘Ashiqin (Minuman Para Kekasih) dan Asrar Al-‘Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik), merupakan karya sastra yang banyak mengandung unsur agama. Syamsuddin karyanya berjudul Nur ad-Daqa’iq (Cahaya pada Kehalusan-kehalusan) adalah di antara karya-karya terpenting dalam tradisi Melayu. Nuruddin menulis Bustan as-Salatin (Taman Rajaraja), hasil karyanya ini merupakan salah satu buku terkemuka dalam kepustakaan Melayu. Di Pulau Jawa, Sunan Bonang mengembangkan ilmu suluk dalam bentuk puisi yang dibukukan dalam Kitab Bonang dan seorang pujangga Keraton Mataram Ronggowarsito membuat karya sastra yang di dalamnya mengandung ajaran-ajaran agama di antaranya berjudul Serat Wujil. Syekh Yusuf seorang ulama besar dari Makassar yang diangkat menjadi pujangga Kerajaan Banten, telah menghasilkan beberapa buku tentang tasawuf. Melalui proses akulturasi, beberapa karya sastra yang mendapat pengaruh Hindu-Buddha dan tradisi setempat dijadikan dasar dalam mengembangkan karya sastra Islam. Misalnya Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Perang Pandawa Jaya, Hikayat Sri Rama, Hikayat Maharaja Rahwana, dan Hikayat Pancatantra yang merupakan gubahan dari karya sastra aman Hindu, seperti Mahabharata, Ramayana, Bharatayudha, dan Pancatantra. Karya sastra Melayu bercorak Islam yang berakulturasi dengan budaya setempat antara lain, Syair Panji Sumirang, Cerita Wayang Kinundang, Hikayat Panji Wilakusuma, Syair Ken Tambunan, Lelakon Mesa Kuminir, dan sebagainya.
Di samping hasil-hasil budaya tersebut, perkembangan tradisi Islam di Indonesia dapat di ketahui dari kehidupan sosial dalam masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Dalam tradisi Islam, kehidupan sosial masyarakatnya tidak mengenal sistem kasta seperti yang terdapat dalam kehidupan sosial masyarakat Hindu. Bahkan berdasarkan ajaran agama Islam tidak ada golongan-golongan dalam kehidupan sosial masyarakat. Setiap manusia memiliki derajat dan hak yang sama.
Adanya persamaan derajat dan hak ini menyebabkan perkembangan tradisi Islam di berbagai daerah di Indonesia semakin bertambah pesat, terutama pada masyarakat yang terletak di daerah-daerah pesisir pantai atau masyarakat yang berada di kota-kota bandar perdagangan. Dikota-kota bandar perdagangan itu jumlah masyarakat yang menganut agama Islam semakin bertambah besar. Bahkan pertumbuhan yang cukup pesat itu mendorog masyarakat Islam untuk membangun dan mengembangkan sistem pemerintahan dalam bentuk kerajaan. Suatu kerajaan Islam diperintah oleh seorang raja dengan gelar “sultan” dan pergantian tahta kerajaan ditentukan secara turun-temurun atau dapat juga terjadi pemberontakan dari kerajaan-kerajaan bawahannya.
Namun sejak abad ke-15 hingga abad ke-18, tradisi Islam hampir mempengaruhi seluruh sektor kehidupan bangsa Indonesia dan hanya di bebera pa tempat belum terjamah oleh perkembangan agama dan budaya Islam. Masyarakat yang belum tersentuh oleh perkembangan tradisi, seperti agama dan budaya Islam, masih tetap mengembangkan budaya tradisionalnya. Masyarakat yang belum terpengaruh oleh perkembangan budaya dan agam Islam itu sebagian besar berada di daerah pedalaman wilayah Indonesia. Akan tetapi lambat laun perkembangan Islam semakin mendapat tempat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan hingga dewasa sekarang ini, lebih dari 75% masyarakat Indonesia memeluk agama Islam.
Sementara itu, perkembangan tradisi Islam di berbagai daerah Indonesia, juga memepengaruhi sistem pemerintahan kerajaan-kerajaan di indonesia. Dalam menjalankan pemerintahan seorang sultan berdasarkan pada sistem pemerintahan yang bersumber pad kitab suci Al-Quran dan Hadist Nabi.
Dengan demikian, perkembangan tradisi Islam di berbagai daerah Indonesia sejak abad ke-15 sampai abad ke-18 mengalami perkembangan yang cukup pesat, walaupun pada masa itu juga berkembang kekuasaan bangsa-bangsa Eropa di wilayah Indonesia. Disamping itu, Islam juga dapat mempersatukan masyarakat Indonesia di dalam mengahadapi kekuasaan bangsa-bangsa Eropa di wilayah indonesia.

Admin
Admin

Jumlah posting: 28
Join date: 11.02.13

Lihat profil user http://sejarah.forumid.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by Admin on Fri Oct 18, 2013 6:33 pm

Tes Tulis
Uraian Bebas!

1. Analisislah penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif?
2. Jelaskan alasan Islam dapat diterima dan berkembang pesat di Indonesia?
3. Analisislah perkembangan tradisi Islam dalam bidang kesenian pada abad ke 13 sampai abad 18?

study study *SELAMAT MENGERJAKAN*Smile Smile Smile cheers cheers 

Admin
Admin

Jumlah posting: 28
Join date: 11.02.13

Lihat profil user http://sejarah.forumid.net

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by iva fatmawati on Mon Dec 02, 2013 1:53 pm

Nama  : Iva Fatmawati
No. Absen : 01

1. penyebaran agama islam melalui perdagangan dapat menimbulkan jalinan hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dan para pedagang luar seperti arab,  India dll.
2. Islam dapat diterima dan berkembang pesat di Indonesia dikarenakan dapat mengajarkan hal-hal yang positif dan dapat mengatur kehidupan masyarakat Indonesia secara muslim.
3. Tradisi perkembangan Islam dalam bidang kesenian pada abad ke 13 – abad ke 18. Dalam menyebarkan agama islam melalui kesenian pewayangan atau pertunjukan seni gamelan yang ada di yogyakarta.



Nama : Siti Ma'murotus Sa'diyah
No.Absen : 08

1. Agama islam tersebar di Indonesia karena kedatangan para pedagang Islam dari Mesir, India, dan Persia pada abad ke 7 para pedagang tidak hanya melakukan perdagangan tetapi dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang Islam ini juga mendirikan kampung pekojan yang merupakan kampung pedagang Islam di Indonesia, sehingga hal ini menyebabkan penyebaran agama Islam lebih efektif dengan melalui perdagangan.
2. alasan Islam dapat diterima di Indonesia karena penyebaran agama Islam yang dilakukan para pedagang adalah dengan menikahi putri-putri raja sehingga para raja memeluk agama Islam dan para rakyat yang mengagungkan rajanya ikut untuk memeluk agama Islam.
3. selain berkembangnya agama Islam, tradisi kebudayaan Islam juga berkembang di Indonesia salah satunya adalah tasawuf yang menarik perhatian masyarakat setempat dalam penyebaran agama Islam.



Nama : Linda Andriana
No. Absen : 02

1. persebaran agama Islam melalui perdagangan sudah terjadi pada abad ke 7 dari perdagangan Arab, persia, dan India. Selain melakukan perdagangan mereka sekaligus melakukan penyebaran agama Islam. Sebagian mereka juga ada yang menetap di Indonesia, menikah dengan salah satu penduduk Indonesia dan mendirikan pondok pesantren untuk menyebarkan agama Islam
2. alasan agama Islam dapat diterima adalah karena apabila seorang raja memeluk agama Islam maka para rakyatnya akan mengikuti raja untuk memeluk agama yang telah dianutnya.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.


Terakhir diubah oleh iva fatmawati tanggal Sun Dec 22, 2013 6:16 am, total 1 kali diubah

iva fatmawati

Jumlah posting: 2
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by melvi bela on Mon Dec 02, 2013 2:17 pm

Username: Melvi Bela Pertiwi
No.Absen : 16

1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu:
   - Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
   - Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
   - penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. tradisi kebudayaan islam di awali pada abad ke 13. Para ahli menyebarkan agama Islam dengan cara memperkenalkan kesenian pada masyarakat Indonesia. Kesenian itu berupa kesenian wayang, kesenian kaligrafi dan kesusastraan.



Nama : M.Trio Agus S
No. Absen : 03
1. penyebaran agama Islam ini merupakan cara yang efektif dalam menyebarkan agama Islam, dimana para pedagang Gujarat, Arab dan persia datang ke Indonesia dengan melakukan perdagangan dan kemudian menyebarkan agama dan budaya Islam kepada myarakat Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia banyak yang menerima dan menganut agama Indonesia.
2. Islam dapat diterima dan berkembang pesat di Indonesia karena saat itu masyarakat Indonesia mulai menerima ajaran Islam yang sangat mudah untuk dimengerti dan tidak menggunakan kasta-kasta dalam masyarakat. Dalam hal ini masyarakat Indonesia mampu menyebarkan agama islam dan kebudayaannya sehingga dapat berkembang pesat di Indonesia.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam pada abad ke 13- abad ke 18, tradisi Islam terdiri dari kesenian, kesusastraan dan tasawuf. Tradisi ini berkembang pesat pada masyarakat Indonesia.



Username. Nurhalisah Putri P
No.Absen : 23
1. penyebaran agama Islam ini merupakan cara yang efektif dalam menyebarkan agama Islam, dimana para pedagang Gujarat, Arab dan persia datang ke Indonesia dengan melakukan perdagangan dan kemudian menyebarkan agama dan budaya Islam kepada myarakat Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia banyak yang menerima dan menganut agama Indonesia.
2. Islam dapat di terima di Indonesia, dikarenakan:
- penyebaran agama Islam dengan cara baik tidak dengan kekerasan
- penyebaran Islam sangat terbuka tidak tertutup bagi masyarakat.
- Mudah dipahami dan dimengerti.
- ajaran agama islam tidak mengikat seseorang untuk memilih ajaran agama yang diyakini masyarakat Indonesia
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam pada abad ke 13- abad ke 18, tradisi Islam terdiri dari kesenian, kesusastraan dan tasawuf. Tradisi ini berkembang pesat pada masyarakat Indonesia.



Nama : Elit Iga Dewi
No. Absen : 09
1. Agama islam tersebar di Indonesia karena kedatangan para pedagang Islam dari Mesir, India, dan Persia pada abad ke 7 para pedagang tidak hanya melakukan perdagangan tetapi dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang Islam ini juga mendirikan kampung pekojan yang merupakan kampung pedagang Islam di Indonesia, sehingga hal ini menyebabkan penyebaran agama Islam lebih efektif dengan melalui perdagangan.
2. alasan Islam dapat diterima di Indonesia karena penyebaran agama Islam yang dilakukan para pedagang adalah dengan menikahi putri-putri raja sehingga para raja memeluk agama Islam dan para rakyat yang mengagungkan rajanya ikut untuk memeluk agama Islam.
3. selain berkembangnya agama Islam, tradisi kebudayaan Islam juga berkembang di Indonesia salah satunya adalah tasawuf yang menarik perhatian masyarakat setempat dalam penyebaran agama Islam.



Nama : Ita Purnamasari
No.Absen : 11
1. pada abad ke 7 masehi para pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat (India) telah datang ke Indonesia dengan melakukan perdagangan. Dalam melakukan perdagangan tersebut para pedagang berinteraksi dengan masyarakat Indonesia untuk menyebarkan agama Islam dan kebudayaan Islam di Indonesia, yang awalnya Indonesia memeluk agama hindu-Budha. Dengan adanya hal ini perkembangan agama Islam di Indonesia sangat pesat.
2. Islam dapat diterima baik di Indonesia karena:
- Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
- Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
- penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam melalui abad ke 13 dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi. Para penyebar agama Islam menggunakan kesenian sebagai alat untuk menyiarkan agama Islam, dengan hal ini masyarakat Indonesia sangat menerima agama Islam dengan baik.



Nama : Siti Maesaroh Puspita Sari
No.Absen : 04
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu:
- Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
- Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
- penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. tradisi kebudayaan islam di awali pada abad ke 13. Para ahli menyebarkan agama Islam dengan cara memperkenalkan kesenian pada masyarakat Indonesia. Kesenian itu berupa kesenian wayang, kesenian kaligrafi dan kesusastraan.



Terakhir diubah oleh melvi bela tanggal Sun Dec 22, 2013 6:33 am, total 1 kali diubah

melvi bela

Jumlah posting: 1
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by rizal bachtiar on Mon Dec 02, 2013 2:33 pm

Username : Rizal bactiar Wibisono
No.Absen : 18

1. persebaran agama Islam melalui perdagangan sudah terjadi pada abad ke 7 dari perdagangan mesir, persia, dan India. Selain melakukan perdagangan mereka sekaligus melakukan penyebaran agama Islam. Sebagian mereka juga ada yang menetap di Indonesia, menikah dengan salah satu penduduk Indonesia dan mendirikan pondok pesantren untuk menyebarkan agama Islam
2. Islam dapat di terima di Indonesia, dikarenakan:
   - penyebaran agama Islam dengan cara baik tidak dengan kekerasan
   - penyebaran Islam sangat terbuka tidak tertutup bagi masyarakat.
   - Mudah dipahami dan dimengerti.
   - ajaran agama islam tidak mengikat seseorang untuk memilih ajaran agama yang diyakini masyarakat Indonesia
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam melalui abad ke 13 dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi. Para penyebar agama Islam menggunakan kesenian sebagai alat untuk menyiarkan agama Islam, dengan hal ini masyarakat Indonesia sangat menerima agama Islam dengan baik.



Nama : Putra Mardatillah
No.Absen : 05
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu penyebarannya dilakukan dengan cara damai dan penyebarannya dilakukan dalam bidang pendidikan, kesenian dan sastra.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.




Nama : Rizki Roudhatul Lisa
No.Absen : 06
1. penyebaran agama Islam lebih efektif karen dengan berdagang para pedagang dapat dengan cepat menyebarkan agama Islam dan dapat bertempat tinggal di Indonesia.
2. alasan agama Islam dapat diterima karena mudah dipelajari dan para pedagang mengajarkan agama Islam dengan terbuka, agama Islam juga tidak mengajarkan hidup dengan kasta-kasta, sehingga agama Islam sangat diterima baik di Indonesia.
3. berkembangnya agama Islam di Indonesia juga memunculkan tradisi Islam di indonesia yaitu dengan munculnya kesenian wayang, kesenian bangunan, kesenian kaligrafi, dan tasawuf.



Nama : Siti Amalia R
No.Absen : 07
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia, sehingga hal ini yang menyebabkan perdagangan lebih efektif untuk menyebarkan agama Islam.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu Islam tidak terdiri dari kasta-kasta dan mengajarkan tentang budi pekerti yang mulia melalui pendidikan dan kesenian.
3. perkembangan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.



Nama : Fingky Agustin Engga
No. Absen : 10
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu:
- Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
- Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
- penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. tradisi kebudayaan islam di awali pada abad ke 13. Para ahli menyebarkan agama Islam dengan cara memperkenalkan kesenian pada masyarakat Indonesia. Kesenian itu berupa kesenian wayang, kesenian kaligrafi dan kesusastraan.



Nama : Linda Febri Haurina
No.Absen : 12
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu:
- Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
- Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
- penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. perkembangan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.


Terakhir diubah oleh rizal bachtiar tanggal Sun Dec 22, 2013 8:23 am, total 1 kali diubah

rizal bachtiar

Jumlah posting: 1
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by rudi h on Mon Dec 02, 2013 2:38 pm

Username : Rudi Hartono
No.Absen : 19

1. persebaran agama Islam melalui perdagangan sudah terjadi pada abad ke 7 dari perdagangan Arab, persia, dan India. Selain melakukan perdagangan mereka sekaligus melakukan penyebaran agama Islam. Sebagian mereka juga ada yang menetap di Indonesia, menikah dengan salah satu penduduk Indonesia dan mendirikan pondok pesantren untuk menyebarkan agama Islam2. alasan agama Islam dapat diterima adalah karena apabila seorang raja memeluk agama Islam maka para rakyatnya akan mengikuti raja untuk memeluk agama yang telah dianutnya.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.

rudi h

Jumlah posting: 1
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by M.Rizki dian a on Mon Dec 02, 2013 2:45 pm

Username : M. Rizki Dian
No.Absen : 21

1. Agama islam tersebar di Indonesia karena kedatangan para pedagang Islam dari Mesir, India, dan Persia pada abad ke 7 para pedagang tidak hanya melakukan perdagangan tetapi dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang Islam ini juga mendirikan kampung pekojan yang merupakan kampung pedagang Islam di Indonesia, sehingga hal ini menyebabkan penyebaran agama Islam lebih efektif dengan melalui perdagangan.
2. alasan Islam dapat diterima di Indonesia karena penyebaran agama Islam yang dilakukan para pedagang adalah dengan menikahi putri-putri raja sehingga para raja memeluk agama Islam dan para rakyat yang mengagungkan rajanya ikut untuk memeluk agama Islam.
3. selain berkembangnya agama Islam, tradisi kebudayaan Islam juga berkembang di Indonesia salah satunya adalah tasawuf yang menarik perhatian masyarakat setempat dalam penyebaran agama Islam



Nama : Fauzan Lubada
No.Absen : 15
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu penyebarannya dilakukan dengan cara damai dan penyebarannya dilakukan dalam bidang pendidikan, kesenian dan sastra.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.




Nama : M. Agung Bashori
No.Absen : 17
1. pada abad ke 7 masehi para pedagang dari Arab, Persia dan Gujarat (India) telah datang ke Indonesia dengan melakukan perdagangan. Dalam melakukan perdagangan tersebut para pedagang berinteraksi dengan masyarakat Indonesia untuk menyebarkan agama Islam dan kebudayaan Islam di Indonesia, yang awalnya Indonesia memeluk agama hindu-Budha. Dengan adanya hal ini perkembangan agama Islam di Indonesia sangat pesat.
2. Islam dapat diterima baik di Indonesia karena:
- Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
- Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
- penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam melalui abad ke 13 dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi. Para penyebar agama Islam menggunakan kesenian sebagai alat untuk menyiarkan agama Islam, dengan hal ini masyarakat Indonesia sangat menerima agama Islam dengan baik.



Nama : Hasim
No.Absen : 20
1. persebaran agama Islam melalui perdagangan sudah terjadi pada abad ke 7 dari perdagangan Arab, persia, dan India. Selain melakukan perdagangan mereka sekaligus melakukan penyebaran agama Islam. Sebagian mereka juga ada yang menetap di Indonesia, menikah dengan salah satu penduduk Indonesia dan mendirikan pondok pesantren untuk menyebarkan agama Islam
2. alasan agama Islam dapat diterima adalah karena apabila seorang raja memeluk agama Islam maka para rakyatnya akan mengikuti raja untuk memeluk agama yang telah dianutnya.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.



Nama : Miko Adi Prasetya
No.Absen : 26
1. penyebaran agama Islam ini merupakan cara yang efektif dalam menyebarkan agama Islam, dimana para pedagang Gujarat, Arab dan persia datang ke Indonesia dengan melakukan perdagangan dan kemudian menyebarkan agama dan budaya Islam kepada myarakat Indonesia. Sehingga masyarakat Indonesia banyak yang menerima dan menganut agama Indonesia.
2. Islam dapat diterima dan berkembang pesat di Indonesia karena saat itu masyarakat Indonesia mulai menerima ajaran Islam yang sangat mudah untuk dimengerti dan tidak menggunakan kasta-kasta dalam masyarakat. Dalam hal ini masyarakat Indonesia mampu menyebarkan agama islam dan kebudayaannya sehingga dapat berkembang pesat di Indonesia.
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam pada abad ke 13- abad ke 18, tradisi Islam terdiri dari kesenian, kesusastraan dan tasawuf. Tradisi ini berkembang pesat pada masyarakat Indonesia.



Terakhir diubah oleh M.Rizki dian a tanggal Sun Dec 22, 2013 9:41 am, total 1 kali diubah

M.Rizki dian a

Jumlah posting: 1
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by nicko prima on Wed Dec 04, 2013 10:51 am

Nama:Nicko Prima Yudhistira
No. Absen : 29

1. persebaran agama Islam melalui perdagangan sudah terjadi pada abad ke 7 dari perdagangan mesir, persia, dan India. Selain melakukan perdagangan mereka sekaligus melakukan penyebaran agama Islam. Sebagian mereka juga ada yang menetap di Indonesia, menikah dengan salah satu penduduk Indonesia dan mendirikan pondok pesantren untuk menyebarkan agama Islam
2. Islam dapat di terima di Indonesia, dikarenakan:
   - penyebaran agama Islam dengan cara baik tidak dengan kekerasan
   - penyebaran Islam sangat terbuka tidak tertutup bagi masyarakat.
   - Mudah dipahami dan dimengerti.
   - ajaran agama islam tidak mengikat seseorang untuk memilih ajaran agama yang diyakini masyarakat Indonesia
3. tradisi perkembangan Islam dalam bidang kesenian dalam melakukan penyebaran Islam ada berbagai macam salah satunya adalah karya sastra melayu bercorak Islam yang berakulturasi dengan budaya setempat

nicko prima

Jumlah posting: 1
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by ria budi t on Wed Dec 04, 2013 11:03 am

Nama :Ria Budi Tama
No. Absen :30

1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu:
   - Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
   - Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
   - penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. perkembangan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.



Nama : Nur Hasanah
No.Absen : 22
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. Islam dapat di terima di Indonesia, dikarenakan:
- penyebaran agama Islam dengan cara baik tidak dengan kekerasan
- penyebaran Islam sangat terbuka tidak tertutup bagi masyarakat.
- Mudah dipahami dan dimengerti.
- ajaran agama islam tidak mengikat seseorang untuk memilih ajaran agama yang diyakini masyarakat Indonesia
3. Tradisi kebudayaan Islam dalam bidang kesenian dalam melakukan penyebaran Islam ada berbagai macam salah satunya adalah karya sastra melayu bercorak Islam yang berakulturasi dengan budaya setempat



Nama : Siti Nadhira Nur S
No.Absen : 24
1. persebaran agama Islam melalui perdagangan sudah terjadi pada abad ke 7 dari perdagangan mesir, persia, dan India. Selain melakukan perdagangan mereka sekaligus melakukan penyebaran agama Islam. Sebagian mereka juga ada yang menetap di Indonesia, menikah dengan salah satu penduduk Indonesia dan mendirikan pondok pesantren untuk menyebarkan agama Islam
2. Islam dapat di terima di Indonesia, dikarenakan:
- penyebaran agama Islam dengan cara baik tidak dengan kekerasan
- penyebaran Islam sangat terbuka tidak tertutup bagi masyarakat.
- Mudah dipahami dan dimengerti.
- ajaran agama islam tidak mengikat seseorang untuk memilih ajaran agama yang diyakini masyarakat Indonesia
3. perkembangan tradisi kebudayaan Islam melalui abad ke 13 dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi. Para penyebar agama Islam menggunakan kesenian sebagai alat untuk menyiarkan agama Islam, dengan hal ini masyarakat Indonesia sangat menerima agama Islam dengan baik.



Nama : M. Hafiddurrahman
No.Absen : 27
1. Agama islam tersebar di Indonesia karena kedatangan para pedagang Islam dari Mesir, India, dan Persia pada abad ke 7 para pedagang tidak hanya melakukan perdagangan tetapi dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang Islam ini juga mendirikan kampung pekojan yang merupakan kampung pedagang Islam di Indonesia, sehingga hal ini menyebabkan penyebaran agama Islam lebih efektif dengan melalui perdagangan.
2. alasan Islam dapat diterima di Indonesia karena penyebaran agama Islam yang dilakukan para pedagang adalah dengan menikahi putri-putri raja sehingga para raja memeluk agama Islam dan para rakyat yang mengagungkan rajanya ikut untuk memeluk agama Islam.
3. selain berkembangnya agama Islam, tradisi kebudayaan Islam juga berkembang di Indonesia salah satunya adalah tasawuf yang menarik perhatian masyarakat setempat dalam penyebaran agama Islam



Nama : Narulita Dwi Rizkiani
No.Absen : 28
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu:
- Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
- Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
- penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. perkembangan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.



Nama : Fitri Amelia Saraswati
No.Absen : 31
1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia, sehingga hal ini yang menyebabkan perdagangan lebih efektif untuk menyebarkan agama Islam.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu Islam tidak terdiri dari kasta-kasta dan mengajarkan tentang budi pekerti yang mulia melalui pendidikan dan kesenian.
3. perkembangan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.


Terakhir diubah oleh ria budi t tanggal Sun Dec 22, 2013 9:57 am, total 1 kali diubah

ria budi t

Jumlah posting: 2
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by Maya sri on Wed Dec 04, 2013 11:23 am

Nama : Maya Sri WIda Novita
No.Absen : 32

1. penyebaran agama islam melalui perdagangan dapat menimbulkan jalinan hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dan para pedagang luar seperti arab, India dll.
2. Islam dapat diterima dan berkembang pesat di Indonesia dikarenakan dapat mengajarkan hal-hal yang positif dan dapat mengatur kehidupan masyarakat Indonesia secara muslim.
3. Tradisi perkembangan Islam dalam bidang kesenian pada abad ke 13 – abad ke 18. Dalam menyebarkan agama islam melalui kesenian pewayangan atau pertunjukan seni gamelan yang ada di yogyakarta.

Maya sri

Jumlah posting: 1
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by ahmad afif on Wed Dec 04, 2013 11:40 am

Nama : Ahmad Afif
No.Absen : 14

1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu:
- Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
- Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
- penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. tradisi kebudayaan islam di awali pada abad ke 13. Para ahli menyebarkan agama Islam dengan cara memperkenalkan kesenian pada masyarakat Indonesia. Kesenian itu berupa kesenian wayang, kesenian kaligrafi dan kesusastraan.

ahmad afif

Jumlah posting: 2
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: SALURAN PENYEBARAN AGAMA ISLAM DAN PERKEMBANGAN TRADISI AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Post by adi on Wed Dec 04, 2013 12:03 pm

Nama : Adi Santoso
No.Absen : 25

1. penyebaran agama Islam melalui perdagangan lebih efektif dikarenakan perdagang yang terjadi di Indonesia sudah bermula sejak abad ke 7 dari pedagang India, Mesir, dan persia. Para pedagang melakukan perdagangan di Indonesia sekaligus dengan menyebarkan agama Islam. Para pedagang juga sebagian ada yang singgah dan menetap, kemudian menikah dengan masyarakat Indonesia dan mendirikan sebuah sekolah Islam agar mudah untuk menyampaikan agama Islam. Para pedagang juga mendirikan sebuah perkampungan dengan nama Pekojan, dimana perkampungan itu berisi para pedagang Islam yang menetap di Indonesia.
2. alasan Islam mudah di terima di Indonesia, yaitu:
- Islam tidak terdiri dari kasta-kasta.
- Islam bersifat terbuka dalam menyebarkannya.
- penyebarannya dilakukan dengan cara damai.
3. perkembangan Islam dalam bidang kesenian adalah kesenian wayang, kesusastraan, seni bangunan, dan seni kaligrafi.

adi

Jumlah posting: 1
Join date: 08.11.13

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik